Indonesiabicaranews.id, Tanggamus – Pemerintah Kabupaten Tanggamus mulai menghidupkan kembali Program Adiwiyata setelah sempat vakum sejak 2020. Upaya tersebut ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor), Selasa (21/4/2026), di Ruang Rapat Wakil Bupati Tanggamus.
Rakor dipimpin langsung Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, dan dihadiri jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta perwakilan kepala sekolah.
Kegiatan ini menjadi langkah awal percepatan sekaligus penyamaan persepsi dalam implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2025 tentang Program Adiwiyata.
Wakil Bupati Agus Suranto menegaskan, penguatan Program Adiwiyata harus dimulai dari hal sederhana yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah.
“Sejumlah sekolah sebenarnya sudah memiliki kegiatan yang mendukung Adiwiyata. Tinggal bagaimana memperkuat yang sudah ada dan mendorong penerapannya secara kolektif,” ujarnya.
Menurutnya, inovasi tetap terbuka, namun penguatan program yang sudah berjalan menjadi prioritas utama.
“Kalau muncul ide baru tentu bagus, tetapi yang terpenting adalah konsistensi agar bisa menjadi contoh bagi sekolah lain,” lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembiasaan dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.
“Pendidikan karakter melalui pembiasaan sederhana memiliki dampak besar,” tegasnya.
Selain itu, penataan lingkungan sekolah yang bersih, tertata, dan hijau dinilai mampu menciptakan suasana nyaman bagi proses belajar mengajar.
Dalam aspek pengelolaan lingkungan, Agus turut menyoroti persoalan sampah yang selama ini menyerap banyak energi dan biaya.
“Jika dikelola sejak dari rumah tangga, sekolah, hingga komunitas, persoalan sampah sebenarnya bisa lebih ringan,” katanya.
Ia juga mendorong pengolahan sampah organik di tingkat lokal, seperti pemanfaatan maggot untuk pakan ikan, sehingga memiliki nilai ekonomi.
Lebih lanjut, ia menegaskan peran strategis sekolah dalam pembangunan, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kesehatan, dan kepedulian lingkungan.
Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Tanggamus, Gunawan, menyebut vakumnya Program Adiwiyata selama beberapa tahun terakhir menjadi perhatian serius.
“Sejak 2020, program ini praktis tidak berjalan, padahal sangat penting untuk membentuk karakter siswa dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, DLH bersama Disdikbud menetapkan tujuh sekolah sebagai proyek percontohan (pilot project) berdasarkan hasil pemantauan lapangan.
Adapun sekolah yang ditunjuk yaitu:
SMPN 1 Sumberejo
SMPN 1 Gisting
SMPN 2 Pugung
SD Fransiskus Gisting
SD IT Teladan Kota Agung
SDN 1 Way Jaha
SDN 3 Gisting Atas
Ketujuh sekolah tersebut dinilai telah memenuhi kriteria awal untuk dikembangkan sebagai Sekolah Adiwiyata dan akan diusulkan ke pemerintah pusat untuk mengikuti penilaian.
“Harapannya, sekolah-sekolah ini dapat menjadi percontohan sekaligus mendorong kebangkitan kembali Program Adiwiyata di Tanggamus,” tutup Gunawan.
(Red)