Wabah DBD Meningkat, Warga Pekon Pasir Ukir Lakukan Fogging Massal

Ikuti Tiktok Kami

Ikuti Tiktok Kami

Wabah DBD Meningkat, Warga Pekon Pasir Ukir Lakukan Fogging Massal

Indonesia Bicara News
Selasa, 21 April 2026


Indonesiabicaranews.id, Pringsewu, 21 April 2026 — Musim penghujan yang melanda wilayah Kabupaten Pringsewu mulai menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Warga Pekon Pasir Ukir, Kecamatan Pagelaran, dalam beberapa hari terakhir diresahkan dengan meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Pekon Pasir Ukir, Ilyas Sahri, membenarkan adanya sejumlah warga yang terjangkit penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

“Memang benar, beberapa warga kami sudah terjangkit DBD. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter melalui uji laboratorium darah, mereka dinyatakan positif demam berdarah,” ujar Ilyas Sahri, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan kasus diduga dipicu oleh kondisi lingkungan yang lembap akibat tingginya curah hujan, sehingga menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Menanggapi situasi tersebut, pemerintah pekon segera berkoordinasi dengan Puskesmas Bumi Ratu untuk melakukan langkah penanganan cepat. Petugas kesehatan kemudian melakukan fogging atau pengasapan di sejumlah titik, terutama di rumah warga yang terpapar.

Ilyas Sahri turut turun langsung ke lapangan guna memantau pelaksanaan fogging agar berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Kami berharap dengan adanya fogging ini, penyebaran DBD dapat segera ditekan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air, serta membuang barang bekas yang berpotensi menampung air,” tambahnya.

Sementara itu, Bidan Desa Pasir Ukir, Dini Apritanti, mengapresiasi langkah cepat yang diambil pemerintah pekon dalam menangani kondisi tersebut.

“Kami mengapresiasi respons cepat dari pemerintah pekon. Semoga dengan upaya fogging dan meningkatnya kesadaran masyarakat, penyebaran DBD dapat segera diatasi dan tidak meluas,” ungkap Dini.

Kegiatan fogging tersebut melibatkan aparatur pekon, tenaga kesehatan, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat yang bersama-sama mendukung upaya pencegahan penyebaran DBD.

Pemerintah pekon juga mengimbau warga untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, dan munculnya bintik merah pada kulit, guna mendapatkan penanganan sedini mungkin

(Nunu)