Warga Muara Aman Keluhkan Dampak Kandang Ayam Dekat Permukiman, Minta Penanganan Pemerintah

Ikuti Tiktok Kami

Ikuti Tiktok Kami

Warga Muara Aman Keluhkan Dampak Kandang Ayam Dekat Permukiman, Minta Penanganan Pemerintah

Indonesia Bicara News
Sabtu, 25 April 2026


Indonesiabicaranews.id, Lampung Utara – Warga Desa Muara Aman, Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara, mengeluhkan keberadaan kandang ayam petelur milik salah satu warga setempat berinisial HS yang berlokasi dekat permukiman.

Aktivitas peternakan tersebut disebut-sebut menimbulkan dampak lingkungan berupa bau tidak sedap dan meningkatnya populasi lalat, yang dinilai mengganggu kenyamanan serta kesehatan warga sekitar.

Sejumlah warga mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang memadai. Bau yang diduga berasal dari limbah kotoran ayam kerap tercium hingga ke dalam rumah, terutama saat cuaca panas.
“Setiap hari kami harus menutup rapat rumah, tapi tetap saja bau masuk. Lalat juga sangat banyak dan mengganggu,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Jumat (24/4/2026).

Warga menilai keberadaan kandang tersebut perlu ditinjau kembali, khususnya terkait aspek kesehatan lingkungan dan tata ruang. Mereka berharap ada perhatian dari pihak berwenang guna memastikan aktivitas usaha tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak merugikan masyarakat.

Secara umum, kegiatan peternakan diatur dalam berbagai regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014. Selain itu, peraturan daerah juga biasanya mengatur ketentuan jarak dan perizinan usaha peternakan.

Warga berharap pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, dapat melakukan peninjauan lapangan guna memastikan kondisi tersebut dan mengambil langkah yang diperlukan sesuai aturan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemilik usaha belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setempat, yang berharap adanya solusi agar tercipta lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga.

(Tim)