Indonesiabicaranews.id, PRINGSEWU – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-94 Pekon Parerejo yang dirangkaikan dengan kegiatan Bersih Desa berlangsung meriah dan penuh kebersamaan di Pekon Parerejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (27/6/2026).
Ribuan warga menghadiri rangkaian kegiatan yang dipusatkan di kediaman Kepala Pekon Parerejo, Muhadi. Acara diawali dengan penampilan Tari Sigeh Penguten, tarian penyambutan khas Lampung sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu undangan.
Selanjutnya, masyarakat mengikuti Pengajian Akbar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas bertambahnya usia Pekon Parerejo yang kini menginjak 94 tahun.
Rangkaian peringatan kemudian dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit yang dibawakan Ki Dalang Supardi Romo Putro dari Ambarawa dengan lakon Wahyu Cakra Ningrat. Lakon tersebut mengandung pesan moral mengenai kepemimpinan yang amanah, bijaksana, adil, serta mengutamakan pengabdian kepada masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pringsewu Hi. Riyanto Pamungkas, Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu Fraksi PAN Irsyad Fatoni, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pringsewu Catur Agus Dewanto, unsur Forkopimcam Gadingrejo, para kepala pekon se-Kabupaten Pringsewu, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Penasehat Hukum DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Pringsewu Surohman, S.H., serta Wakil Sekretaris LBH Ansor Pringsewu Ahmad Mustofa, S.H., C.L.A.
Dalam sambutannya, Kepala Pekon Parerejo, Muhadi, mengatakan peringatan HUT ke-94 dan Bersih Desa bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, sekaligus melestarikan budaya sebagai warisan leluhur.
"Alhamdulillah, HUT ke-94 Pekon Parerejo yang dirangkaikan dengan Bersih Desa ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, mempererat silaturahmi, serta melestarikan budaya wayang kulit sebagai warisan leluhur. Semoga Pekon Parerejo semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, aman, damai, dan tetap guyub rukun," ujar Muhadi.
Sementara itu, Hi. Riyanto Pamungkas mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang memadukan nilai-nilai keagamaan dengan pelestarian budaya daerah. Menurutnya, tradisi Bersih Desa dan pagelaran wayang kulit merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Sepanjang kegiatan berlangsung, masyarakat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Suasana penuh keakraban, gotong royong, dan kebersamaan menjadi cerminan harmonisnya kehidupan sosial masyarakat Pekon Parerejo.
Peringatan HUT ke-94 Pekon Parerejo diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pekon dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Pekon Parerejo yang semakin maju, religius, berbudaya, harmonis, dan sejahtera.
(Red)