PETI di Sungai Barito Rusak Lingkungan, Warga Minta Penegakan Hukum Tegas


Indonesiabicaranews.id, Barito Selatan — Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menimbulkan keresahan masyarakat. Kegiatan tersebut diduga menyebabkan kerusakan ekosistem sungai, menurunnya hasil tangkapan ikan, serta mengancam mata pencaharian warga di sekitar bantaran sungai.

Sejumlah warga mengungkapkan bahwa aktivitas PETI masih berlangsung meski dinilai melanggar hukum. Bahkan, beredar informasi mengenai dugaan adanya aliran dana dari pelaku PETI kepada oknum aparat. Namun, hingga kini, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara resmi.

Aktivis HAM dan lingkungan, Wilson Lalengke, menyatakan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia menilai praktik PETI di Sungai Barito harus segera dihentikan karena berdampak serius terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

“Penambangan ilegal ini merusak sungai dan merugikan masyarakat. Aparat penegak hukum harus bertindak tegas dan transparan,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Dampak Lingkungan dan Sosial
Warga menyebutkan air Sungai Barito kini semakin keruh, sementara hasil tangkapan ikan menurun drastis. Selain itu, terjadi abrasi dan longsor di sejumlah titik bantaran sungai akibat pengerukan tanpa kendali.

Seorang warga, Ali Barito, mengatakan masyarakat kecil justru paling merasakan dampak negatif dari aktivitas PETI.

“Yang terdampak kerusakan lingkungan adalah warga, tetapi manfaatnya hanya dirasakan segelintir pihak,” ujarnya.
Berdasarkan informasi warga, jumlah pelaku PETI hanya sebagian kecil dari total penduduk Barito Selatan, namun dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat.

Seruan Penegakan Hukum

Wilson Lalengke mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera mengambil langkah tegas. Ia meminta aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta kementerian terkait melakukan penertiban dan pengawasan ketat terhadap aktivitas PETI.

“Jika memang ada kebutuhan ekonomi masyarakat, negara harus hadir dengan skema pertambangan rakyat yang legal, ramah lingkungan, dan diawasi secara ketat,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran media dalam mengawal persoalan ini secara profesional dan bertanggung jawab.

Harapan Masyarakat

Warga berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera bertindak untuk menghentikan PETI di Sungai Barito demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat sekitar.
“Penegakan hukum yang tegas dan adil sangat dibutuhkan agar sungai ini tetap menjadi sumber kehidupan, bukan sumber bencana,” kata Ali Barito.

(TIM/Red)
Lebih baru Lebih lama