Warga 4 Pekon di Banyumas Murka, Desak Pemkab Pringsewu Tertibkan Truk Pasir Diduga Ilegal


Indonesiabicaranews.id, Pringsewu, Lampung – Kesabaran warga di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, kian menipis. Ratusan truk pengangkut pasir yang diduga berasal dari tambang ilegal terus melintas tanpa henti dan dituding menjadi biang kerusakan parah jalan kabupaten.

Empat pekon terdampak yakni Pekon Mulyorejo, Pekon Nusawungu, Pekon Sri Rahayu, dan Pekon Waya Krui. Warga menilai pemerintah daerah belum menunjukkan langkah tegas, sementara kondisi infrastruktur terus memburuk dari hari ke hari.

“Ini sudah keterlaluan. Truk lewat nonstop, jalan kami hancur total,” tegas JY (40), warga setempat, Sabtu (14/2/2026).

Menurut warga, armada dump truk yang melintas menuju wilayah Sendang, Lampung Tengah, diduga membawa muatan melebihi kapasitas tonase jalan. Akibatnya, badan jalan kini dipenuhi lubang, bergelombang, hingga berubah menjadi kubangan saat musim hujan dan berdebu tebal saat kemarau.

Kerusakan tidak hanya terjadi di satu titik. Warga mencatat sedikitnya dua ruas jalan kabupaten kini dalam kondisi memprihatinkan, yakni jalur Banyumas menuju Sendang, Lampung Tengah, serta ruas Jalan Pekon Waya Krui menuju Kampung Sri Way Langsep, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, yang kini disebut lumpuh total.

“Yang ke Sri Way Langsep itu sudah tidak layak. Motor saja susah lewat, apalagi mobil,” ujar JY.

Warga juga menuding para sopir truk kerap berpindah jalur ketika satu ruas mulai rusak. Saat masyarakat memperbaiki jalan secara swadaya, armada disebut mencari ruas lain yang masih mulus untuk dilalui.

Sebelumnya, perwakilan armada tambang dari wilayah Kecamatan Pubian dan Sendang Agung, Lampung Tengah, sempat mengikuti musyawarah yang difasilitasi Pemkab Pringsewu bersama Dinas Perhubungan, unsur kepolisian, dan Ketua DPRD setempat. Namun hingga kini belum ada solusi konkret di lapangan.

Warga menilai janji perbaikan jalan dari pihak armada tidak pernah konsisten, sementara pemerintah pekon terkesan membiarkan kerusakan semakin parah.

Dampak kerusakan kini mulai merembet ke fasilitas vital. Warga mengungkapkan jembatan penghubung Pekon Nusawungu–Pekon Sri Rahayu mulai mengalami penurunan struktur dan dikhawatirkan amblas jika tidak segera ditangani.

Padahal jalur tersebut merupakan akses utama masyarakat menuju pusat pemerintahan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga distribusi hasil pertanian.

Masyarakat empat pekon mendesak Pemkab Pringsewu segera menertibkan operasional truk dan menindak dugaan aktivitas tambang ilegal. Warga juga meminta Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu Lintas memberikan sanksi tegas kepada para pengemudi armada.

“Kami tidak anti usaha, tapi jangan hancurkan jalan rakyat. Pemerintah harus tegas sekarang, sebelum semuanya terlambat,” pungkas JY. 

(Tim)
Lebih baru Lebih lama