Indonesiabicaranews.id, Jakarta — Indonesia berduka atas kepergian salah satu tokoh penting dalam sejarah militer dan pemerintahan nasional. Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada usia 90 tahun.
Kepergian Try Sutrisno bukan hanya kehilangan seorang purnawirawan jenderal, tetapi juga figur negara yang jejak pengabdiannya membentang panjang sejak era militer hingga pemerintahan. Kariernya menanjak dari perwira di kesatuan TNI hingga menduduki posisi strategis di tubuh Tentara Nasional Indonesia, sebelum akhirnya dipercaya menjadi Wakil Presiden RI periode 1993–1998 mendampingi Presiden Soeharto.
Jenazah almarhum dimandikan di RSPAD Gatot Soebroto dan disemayamkan di rumah duka di Jalan Purwakarta No. 6, Menteng, Jakarta Pusat. Prosesi pemakaman akan diselenggarakan secara kenegaraan, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian beliau kepada bangsa dan negara.
Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan penghormatan resmi atas wafatnya Try Sutrisno. Melalui surat Menteri Sekretaris Negara, ditetapkan pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang selama tiga hari berturut-turut, mulai 2 hingga 4 Maret 2026. Periode tersebut juga ditetapkan sebagai Hari Berkabung Nasional di seluruh wilayah Indonesia.
Penghormatan ini menjadi bentuk apresiasi negara terhadap jasa para pemimpin bangsa. Try Sutrisno dikenang sebagai bagian dari sejarah panjang Republik Indonesia — seorang prajurit, pemimpin militer, serta Wakil Presiden yang berperan pada fase penting perjalanan negara.
Kepergiannya menandai berkurangnya generasi kepemimpinan era Orde Baru yang memiliki peran dalam dinamika perjalanan politik nasional.
Bangsa Indonesia berduka. Indonesia kehilangan seorang tokoh nasional.
(Red)
Tags
#Jakarta