Bandar Lampung Catat 333 Kasus HIV Sepanjang 2025, Tertinggi di Provinsi Lampung


Indonesiabicaranews.id, Bandar Lampung – Kota Bandar Lampung mencatat jumlah kasus HIV tertinggi di Provinsi Lampung sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, sebanyak 333 orang terkonfirmasi positif HIV selama periode Januari–Desember 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi Temenggung, Jumat (20/2/2026), menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil dari perluasan skrining yang dilakukan secara masif sepanjang tahun.

“Sepanjang 2025 tercatat 333 orang terkonfirmasi positif HIV. Angka ini merupakan hasil dari pemeriksaan yang diperluas,” ujarnya.

Dari total kasus tersebut, sebanyak 227 kasus ditemukan pada kelompok laki-laki yang berhubungan sesama laki-laki (LSL). Selain itu, sejumlah kasus juga teridentifikasi melalui skrining yang dilakukan di beberapa lokasi hiburan karaoke.

Dinas Kesehatan menegaskan bahwa penyampaian data tersebut bukan untuk memberikan stigma terhadap kelompok tertentu, melainkan sebagai dasar penyusunan intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran.

Tingginya angka temuan kasus sejalan dengan capaian skrining yang melampaui target. Jika target awal pemeriksaan sebanyak 3.000 orang, realisasinya mencapai lebih dari 35.000 orang atau sekitar 115 persen dari target yang ditetapkan.

Skrining difokuskan pada sejumlah kelompok rentan, antara lain pasien tuberkulosis (TBC), warga binaan pemasyarakatan, kelompok berisiko tinggi, serta ibu hamil guna mencegah penularan dari ibu ke bayi.

Menurut Dinkes, langkah deteksi dini ini penting untuk menekan potensi penularan serta memastikan penderita mendapatkan penanganan lebih cepat.

Untuk warga yang terkonfirmasi positif, pemerintah menyediakan terapi antiretroviral (ARV) secara gratis. Terapi tersebut tidak menyembuhkan HIV, namun berfungsi menekan jumlah virus dalam tubuh sehingga penderita dapat menjalani aktivitas secara normal dan menurunkan risiko penularan.

Saat ini, sebanyak 31 puskesmas di Bandar Lampung telah melayani pengobatan dan pendampingan pasien HIV.

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV), serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya tes dini dan perilaku hidup sehat.

Pemerintah daerah menilai peningkatan jumlah kasus yang teridentifikasi tidak terlepas dari masifnya kegiatan deteksi dini. Semakin luas skrining dilakukan, semakin besar peluang kasus terdeteksi dan ditangani sejak awal.

(Red) 
Lebih baru Lebih lama